Berlandaskan dari persamaan probabilitas sesuai dengan analisis regresi logistik, dilakukan penetapan skor dari masing-masing 16 variabel prediktor yang berhubungan bermakna dengan kejadian LMTB (Tabel 54). Maksimal total skor dari keseluruhan variabel yaitu skor 39. Total skor tersebut selanjutnya dibagi menjadi 3 ranah yaitu meliputi variabel klinis (jumlah skor 12,8), variabel radiografi jumlah skor 10,40 dan varibel sonogram (total skor 15,8)
Selanjutnya ditentukan titik potong dalam tingkat kemampuan prediksi diagnosis LMTB. Skor prediksi diagnosis ≥23,3 dinyatakan prediksi diagnosis tinggi untuk LMTB. Titik potong ini menunjukkan sensitivitas 81,1%, spesifisitas 87,2%, nilai prediksi positif 87,7% dan nilai prediksi negatif 80,3%. Skor ≥12,8 s/d 23,2 dinyatakan prediksi diagnosis menengah untuk LMTB. Titik potong ini menunjukkan sensitivitas 71,6%, spesifisitas 70,2%, nilai prediksi positif 73,0% dan nilai prediksi negatif 68,7%. Sedangkan skor <12,8 dinyatakan prediksi diagnosis lemah untuk LMTB.
Tabel skor prediksi diagnosis limfadenitis mediastinal TB (total skor 39)
Variabel Klinis |
Skor | Variabel Radiografi |
Skor | Variabel Sonogram |
Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Jenis kelamin perempuan | 1,3 | Pelebaran mediastitum | 4,3 | Bentuk KGB Oval | 2,5 |
| Usia muda <40 thn | 2,1 | Stasium KGB 2L (-) | 6,1 | Ukuran KGB <10mm | 4,4 |
| Kontak TB (+) | 1,0 | Batas KGB tidak tegas | 1,4 | ||
| Riwayat merokok (-) | 1 | Sentral hilus (+) | 2 | ||
| DM (+) | 4 | Internal eko (+) | 1 | ||
| Penurunan berat badan (+) | 1 | Lapisan tipis ekogenik (+) | 1 | ||
| RNL <3.24 | 1 | Nodal matting (+) | 2 |
Singkatan: TB, tuberkulosis; DM, diabetes melitus; BB, RNL, rasio neutrofil limfosit; KGB, kelenjar getah bening

